Kamis, 01 Maret 2012

BIJAK



Di sebuah warung kopi. Bertengger dua lelaki, sama-sama meracik kopi. Tapi lelaki satunya masih agak kurang mampu meracik kopi yang apik. Mas sampean tolong saya bantu meracik kopi. Iya. Tolong..

Keduanya meminta sang penjual kopi minggir sedikit. Dan minta untuk meracik kopi mereka sendiri. Begini mas. Iya. Kopi yang baik itu kopi yang panas. Salah satu lelaki itu menuangkan seciduk air ke dalam panci lalu memasaknya hingga mendidih. Mas ini saya coba panaskan air, sampean tunggu. Iya.

Setelah jadi. Mas ini udah jadi. Iya makasih pak. Langsung ia minum kopi itu. Mas kok kopinya sampean tiup-tiup. Iya. Kata sampean kopi yang baik itu kopi yang panas. Benar. Terus?. Saya ingin kopi ini dingin. Loh??? 

Pria yang bingung tadi, saya gambarkan sosok yang masih rapuh jiwanya, dari segala sesuatu yang aneh. Padahal itu yang sudah terbiasa dilakukan sehari. Kehidupan yang cenderung menipu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

keren