Kemiskinan yang melanda warga sipil Indonesia dengan nilai angka
yang kian menambah. Dari warga yang miskin hingga sangat miskin. Semakin menurunnya
sumber daya manusia di tanah air menandakan melemahnya pula nilai jual
Indonesia oleh negara-negara lain,
Dari bidang ekonomi Indonesia mengalami penurunan kurs USD Dollar. Hal
ini dikarenakan nilai import lebih tinggi dari pada nilai eksport. Menurut data
Badan Pusat Statistik (BPS), menuturkan dari sekian banyaknya import yang masuk
ke Indonesia itu adalah kiriman dari Tiongkok.
Masalah ini segara mendapat perhatian pemerintah denggan kebijakan
mendag Gita Wirjana, dengan menciptakan 20 pasar percontohan di berbagai kota
selama tahun 2011 telah disahkan 4 pasar percontohan, dan pemerintah juga
mendanai pasar-pasar domerstik. Pemerintah mematok anggaran untuk pasar-pasar
dengan kisaran RP 400 Milliar.
Masalah juga mendera BBM bersubsidi yang tengah digarap para
anggota birokrat. Pada sekitar tiga tahun lalu, pemerintahan berani menurunkan
harga BBM tapi pemerintah kurang memperhatikan perkembangan harga minyak mentah
dunia yang bisa saja melonjak. Penurunan BBM disambut meriah oleh masyarakat. Tapi
BBM pada hari ini berkata lain, harga minyak mentah kian melonjak. Alhasil pemerintah
kebingungan dengan keputusannya tempo hari lalu, saat ini mereka harus
merasakan akibat dari keputusan mereka yang kurang proporsional.
Sebagian kebjakan pun di keluarkan oleh pemerintah, seperti dengan
dinaikannya harga BBM pada awal april nanti. Tapi pemerintah juga memikirkan
nasib warga yang kian melangitnya angka kemiskinannya, oleh sebab itu mereka
mencetuskan BBM bersubsidi bagi 74 juta warga, tapi masih diperkirakan terdapat
warga – warga yang belum terdata dari pendataan subsidi tersebut.
Tidak hanya BBM berrsubsidi yang diupayakan pemerintah untuk
mengatasi kemiskinan, namun dengan kebijakan barunya sepert BLSM atau Bantuan
Langsung Sementara. Jika dahulu disebut BLT atau Bantuan Langsung Tunai. Ada perbedaan
dari BLT dan BLSM, jika BLT program memberikan bantuan tunai senilai Rp 100
ribu per delapan bulan, tapi jika BLSM itu memberikan bantuan uang senilai Rp
150 ribu per sembilan bulan. Subsidi sedikit memang dapat membantu mengentaskan
kemiskinan. Tapi dari subsidi ini pemerintah membentuk mental rakyat yang
manja. Perlu pemerintah membuka lapangan kerja baru atau pemerintah dapat
menempatkan rakyatnya kepada pekerjaan – pekerjaan yang layak. Angka kriminal tidak
lain karena angka pengangguran semakin melonjak.
\Pihak kontra pun bermunculan. Dari pihak Badan Pengusaha Angkutan
bernama Lorena merasa kurang setuju dengan keputusan pemerintah menaikan harga
BBM. Ketidak setujuannya ternyata timbul karena instansinya tidak diundang
rapat kenaikan BBM, padahal tahun – tahun sebelumnya diajak untuk rapat.
pihaknya selaku mewakili nasib para angkutan tidak mendapat imbauan subsidi
dari pemerintah. Akibatnya angkutan – angkutan akan serentak menaikan harga
pada tanggal yang ditentukan yaitu awal April. Menurut lorena, semakin naiknya
harga angkutan sekitar 33 – 35% dikhawatirkan para warga sipil akan lebih
memilih kendaraan pribadi motor dan mobil dari pada penggunaan angkutan umum.
Perlu Pembenahan
Kejadian seperti ini, dihimbau pemerintah jangan akan mengulanginya
lagi. Pemerintah harus lebih tegas dalam menyikapi masalah. Masalah kenaikan
BBM adalah bukti dari kecerobohan pemerintah dalam memberikan kebikajakan. Yang
seharusnya pada tahun sebelumnya harga BBM memang harus naik untuk mencegah
kenaikan harga minyak dunia, tapi mungkin pemerintah ingin memanjakan rakyat
dengan nekat menurunkan harga. Saya sepaham dengan pendapat dari anggota DPR
dari fraksi PPP, yang menuntut kenaikan BBM agar lebih bijak, jangan ada
inflasi keungan yang terjadi. Jika kenaikan harga terlalu tinggi maka inflasi
yang terjadi. Hal ini harus benar - benar disikapi dengan tegas dan bijaksana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
keren