Saya mendapat ilham akan tulisan
mengenai Facebook sebagai alat komunikasi paling bebas bisa dinikmati oleh segala golongan, daerah, kelompok apapun. Tidak hanya pada keunggulan bebas namun
juga luas penuh variatif-variatif yang ditawarkan dalam media lunak berupa
situs sosial yang merenggut hati hampir seluruh penghuni dunia seperti chat, grup, iklan, email, wall to wall. Sebab Tidak dipungkiri
lagi situs yang pada awalnya sebagai media komunikasi antar client dalam
bisnis, persahabatan, komunitas, dan lain sebagainya yang berbau kelompok
sosial. Variatif, Inovatif dan kreatif itu yang dicoba oleh Mark Zukemberg
dalam mengelola website sosial sekelas facebook. Persaingan yang ketat dan
berambisi untuk menjadi nomor satu mungkin itu sebagian motto darinya. Benar sekali
kalau memang benar. Karena diantara beberapa jejaring sosial seperti
Friendster, Myspace, dan lain-lain, hanya Facebook yang mampu menandingi segala
pesaing-pesaing itu. dan karena melejitnya Facebook, menjadikannya sebuah ilustrasi dari visualisasi kondisi sosial dunia dari ragam model komunikasi (video call, chat, up date status) yang ditawarkan. atau mungkin sedikit menjadi sketsa dari reaksitas manusia dalam pencurahan fikirannya melalui tulisan. sehingga saya dengan berani mengatakan "Facebook; Dunia Kedua Setelah Kenyataan".
Kreatif dalam up date seputar kebutuhan dan sajian yang
integral
Sisi kreatifitas Facebook sebagai
media informasi dalam jejaring komunikasi dunia maya yang perlu mendapat
apresiasi besar, bukan karena seorang Mark adalah Yahudi dengan ras yang tidak
diragukan lagi akan kedigdayaannya di dunia ini. Tapi coba kita lihat dari
bentuk pengaplikasiannya yang sangat berbeda dengan jejaring sosial lainnya. Di
sana (Facebook) membaca keinginan status quo yang cenderung menuntut untuk pembaharuan (liberation) dalam komunikasi. dengan hasil kepekaan pembacaan situasi sosial dengan segala kemajuan komunikasi yang ada. Dalam Facebook tersedia suatu program yang namanya chat. Sedang kita tahu chat adalah
salah satu fitur komunikasi layaknya short message system atau SMS dalam dunia maya yang biasa dipakai oleh beberapa
situs seperti Yahoo, MIRC, dan ebuddy namun situs-situs itu mempunyai
keterbatasan. Keterbatasannya terletak pada programnya yang dikhususkan pada chat
saja. Sangat bertolak belakang dengan Facebook yang menyajikan tidak hanya
dengan chat semata, chat hanya sebagian fitur yang ditawarkan,
seperti up date status atau pemaparan tulisan dari penulis atau pemilik akun yang mencurahkan isi pikiran dan hatinya melalui beranda umum yang akan
dilihat oleh orang-orang. Jadi seorang yang tengah dilanda kegalauan,
keresahan, kesenangan, kebahagiaan, kecewa, putus asa, jatuh cinta, patah hati,
dan lain-lain dapat dituangkan dalam kolom kecil diatas. kemudian ditambah dengan fitur video call yang tengah booming akhir-akhir ini. sehingga percakapan yang hanya terlihat linier dari sebuah tulisan, kini lebih dikembangkan lagi dengan bercakap-cakap sambil menatap muka melalui kamera yang tersedia di komputer.
Dengan kekreatifitasan sedemikian luar biasa itu, Facebook akan cepat mendapat tempat di hati masyarakat. sekalipun masyarakat pedalaman yang mungkin terlihat apatis dengan teknologi.
Dengan kekreatifitasan sedemikian luar biasa itu, Facebook akan cepat mendapat tempat di hati masyarakat. sekalipun masyarakat pedalaman yang mungkin terlihat apatis dengan teknologi.
Realita De Facto Facebook Menjadi
Dunia Kedua
Kenyataan Facebook yang meledak
dikalangan modern dan tradisional menandakan reformasi dalam aktifitas
komunikasi yang sangat mudah dan integral (lengkap). Realita ini tentu
dipengaruhi beberapa apologi yang memiliki relasi erat dengan kaitannya
Facebook. Dan akan saya terangkan dibawah ini. Indikator ini saya dapatkan dari
proses analitis mendalam setelah online bertahun-tahun hahaha.
Pertama, Facebook sebagai Ladang
Curhat
Curhat atau curuhan hati sebuah
istilah yang sering dipakai umumnya oleh para kaum hawa. Namun istilah itu kini
konon katanya sudah membumi walau lelaki sekalipun. Setiap orang didunia ini
pastilah mempunyai masalah. Tapi tidak semua orang tahu solusi dari tiap
masalahnya, dan tidak setiap orang tahu siapa atau dimana curhat itu
disampaikan. Nahhh... Facebook datang dengan kabar gembira kepada kaum
galauwers-galauwers dan orang-orang yang kurang mampu menerangkan isi hatinya.
Isi hati ini yang dipaparkan melalui tulisan
dalam kolom Facebook yang sangat dimungkinkan orang-orang terdekatnya atau
orang yang melihatnya akan sedikit mencurahkan pemikirannya dalam memberikan
solusinya. Regulasi up date status yang sudah menjadi adat istiadat ini.
Menjadi keterkaitan wajib oleh sebagian orang yang menjadikan Facebook sebagai
tumpahan isi keluh kesah.
Sedangkan kalau kita bandingkan
dengan realitas sosial, Facebook dan dunia, mempunyai keterkaitan yang sama. Tiap
orang baik dalam kalangan agama mempunyai media pelimpahan isi hatinya dalam
ungkapan ibadat-nya yang tertera dalam sholat dari kriteria bacaannya
dan do’a. Seorang pebisnis mempunyai medianya sendiri dalam menuangkan
keluhannya dalam kendala berbisnis dengan melakukan presentasi dan meeting. Dan
di Facebook mempunyai media untuk curhat yang lebih konperhensif semua orang mempunyai keluasaan dalam
mencurahkan isi hati dan akalnya. dari segala bidang, ekonomi, agama, cinta,
politik, bisnis, dan lain lain. maka tidak salah apabila Facebook dikatakan
sebagai media yang hampir menggantikan fungsional dunia bahkan TUHAN.
Kedua, Facebook Sebagai Central Marketing
Pergolakan dalam pertumbuhan ekonomi dunia yang ketat akan
persaingan dalam keunggulan dalam hasil produknya, maka tidak cukup dengan
peningkatan keunggulan produk tapi juga dalam keefektifan pemasaran dan
distribusinya. Banyak dari para pebisnis yang tak ingin kalah saing dalam
pemromosian barangnya yang terus mengembangkan inovasinya untuk memasarkan
produk-produk yang baru dari hasil industri. Surat kabar, televisi, radio, dan
internet. Keempat alat manifestasi informasi itu menjadii objek vital dalam
pemasaran bisnis.
Salah
satu dari alat yang menjadi central informasi itu yang terdengar baru dan
inovatif ialah dari media internet. Internet yang memiliki kelebihan dalam
ledakan informasi yang dapat diakses oleh siapa saja, dimana saja, apa saja??. Menjadikan
internet melebihi keunggulannya dari ketiga
sisanya (televisi, radio, surat kabar). Karena ketiga sisanya itu
mempunyai kekurangan dalam penyajian data yang sangat terbatas. Namun unggul
dalam persuasifitasnya atau ajakannya untuk mengajak konsumen.
Kehadiran
media internet yang sangat membantu mempromosikan suatu produk. Dan disusul
dengan kehadiran situs sosial dalam internet seperti Facebook, tentu sangatlah
membantu. Di sini Facebook hanya sebagai piranti yang menggantikan sedikit
fungsi dari pasar. Mengapa?. Karena Facebook mempunyai fitur dalam pengiklanan
barang. Dengan sedikit melakukan transaksi dengan menyetor data barang yang
ingin diiklankan dan kemudian mencamtumkan nomor seri rekening ATM sebagai
pembayaran pajak tukar jasa setelah diiklankan. Perihal promosi dalam Facebook
ini yang dapat dikatakan sebagai “dunia kedua” . yang biasanya sering kita
ketahui bahwa yang namanya promosi itu selalu dilekatkan dengan pamflet-pamflet
yang tertancap di pinggir jalan-jalan atau promosi melalui spanduk-spanduk yang
diikat diantara pohon, atau mungkin lagi seperti kolom kotak yang rekatnkan
dengan jembatan penyebrangan seperti di depan kampus saya IAIN Sunan Ampel atau
pada lampu-lampu kota yang rekatkan dengan tiang-tiang penyangganya yang
biasanya tertulis avaible space yang maksudnya tersedia ruang untuk
diisi.
Kedua
bukti tadi cukup bagi saya untuk mengintepretasikan Facebook sebagai dunia
kedua bagi peminatnya. Yang mereka dapat mengaktualisasikan hampir dari
kehidupan sehari dalam Facebook terutama dalam aspek komunikasi.

Kontemplasi dan deskripsi yang sang merenggut keyakinan akan dunia ke-2 :)
BalasHapusMa'an Najah
reposisi esensi dialektika murni pada diialektika sekunder. makasihhhhhh rifff :)
BalasHapuscukup bagus, dan saya percaya tidak ada unsur kopas,
BalasHapusseklai lagi titik komah harus di perhatikan mup..
kemudian, jika saya membaca secara detail tulisan anda..
tulisan anda begitu relevan dengan realita yang ada saat ini.. namun alangkah lebih baiknya jika anda lebih memperkaya bacaan untuk menulis sesuatu, kalau saya pinjam bahasanya hasan tuh yaah biar tidak ambigu lah...
ok,selalu semangat sobat...
iyooo gok. suwun atas kritikane. oke aku kembangkan!!....
Hapus