Minggu, 13 Mei 2012

Menghidupkan Budaya Santri


saya teringat dengan ungkapan yang tertulis dari buku panduan berpidato bahasa Jawa dari P.P Al-Kautsar, saat saya masih belajar berpidato. ketika itu saya menemukan ungkapan santri yang diterjemahkan secara liberal yang maknanya tidak lepas dari kode etik santri secara hakiki. Di sana tertulis santi itu sanggup nerusake tuntunan rasul ilahi atau dalam artian bahasa Indonesia berarti santri ialah sosok yang mampu meneruskan ajaran, tindakan, akhlaq Rasulullah SAW. Jadi santri yang setiap harinya diajarkan materi, ilmu keagamaan dengan harapan santri nantinya dapat membudayakan kembali ilmu-ilmunya di lingkungan sekitarnya agar mereka (santri) dapat mengajak, merangkul masyarakat agar sadar untuk selalu menjalankan perintah Allah.

Tapi dalam perjalanannya peran santri sekarang dalam membudayakan budaya-budaya pesantrennya yang telah lama mereka tekuni, ternyata masih kalah dengan corak peradaban yang kini tengah mencuat seperti dari cara berpakaian, gaya hidup bebas, maka santri disini selepas mereka mendapatkan keilmuan agama agar dapat ditranformasikan kedalam kultur masyarakat. Dan dari keilmuan itu diharapkan santri dapat memformulasikannya sesuai dengan budaya masyarakat dengan penyesuaian yang tidak melampaui norma-norma agama. maka dari demikian peran santri dalam msyarakat yang tentunya menjadi leader baik struktural atau kultural untuk mengkomando masyarakat ke jalan yang benar. shirtotul mustaqiem...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

keren