tergeletak lemas
bersama cibiran mulut
para pencari TUHAN
harus dibilang bagaimana
atau mengapa
seakan pertanyaan
apalagi, jawaban
semua tak akan pernah mampu untuk menterjemahkan semua ibadah para penjilat nikmat dunia
wajar atau semberono.
Kalau toh satu dari kedua hal it disebut.
maka belumlah mampu untuk mengartikan perihal itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
keren