Perlu (bahkan harus) membela Ahok bukan berarti mengamankan kekuasaan dan mendukung pencalonannya marak jadi gubernur DKI Jakarta. Melainkan membela Ahok karena ia bagian dari minoritas.
Bukan minoritas dari yang mendominasi, "taipan". Tapi dari ia seorang berketurunan Tionghoa sekaligus Kristiani. Dimana-mana penganut agama minoritas akan mendapat hujatan dan marjinalisasi dan bahkan diisolasi.
Membela Ahok sebagai minoritas yang sedikit dan yang lemah. Sebagai wujud implementasi filosofis Pancasila, ideologi negara. Selama minoritas tidak mendapat tempat sepadan dan setara dengan mayoritas maka Pancasila, dan demokrasi, hanyalah ilusi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
keren